Halaman

Senin, 28 November 2016

Penggunaan kata "Jazaakallah" dan "Jazaakillah"

Seringkali kita mendengar orang mengatakan Jazaakallah atau Jazaakillah sebagai ungkapan terima kasih atas sesuatu yang telah kita berikan. Baik berupa barang maupun jasa.

Yang menjadi pertanyaan manakah yang benar dari kedua kata tersebut?
Jazakallah atau Jazakilla?

Keduanya benar, namun penggunaannya berbeda.

Jazakallah digunakan untuk mengungkapkan terima kasih kepada orang laki-laki (Khitobnya Mudzakkar). Sedangkan Jazakillah digunakan untuk mengungkapkan terima kasih kepada orang perempuan (Khitobnya muannats).

Semoga bermanfaat dan kita tidak salah dalam mengungkapkan sesuatu.

Bid'ah


عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ أُمِّ عَبْدِ اللهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم : مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ. [رواه البخاري ومسلم وفي رواية لمسلم : مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Terjemah hadits:

Dari Ummul Mu’minin; Ummu Abdillah; Aisyah radhiallahuanha dia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan (berasal) darinya, maka dia tertolak. (H. R. Bukhori dan Muslim).

Dalam riwayat Muslim disebutkan: siapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama) kami, maka dia tertolak).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:

1. Setiap perbuatan ibadah yang tidak bersandar pada dalil syar’i ditolak dari pelakunya.

2. Larangan dari perbuatan bid’ah yang buruk berdasarkan syari’at.

3. Islam adalah agama yang berdasarkan ittiba’ (mengikuti berdasarkan dalil) bukan ibtida’ (mengada-adakan sesuatu tanpa dalil) dan Rasulullah SAW telah berusaha menjaganya dari sikap yang berlebih-lebihan dan mengada-ada.

4. Agama Islam adalah agama yang sempurna tidak ada kurangnya.

Minggu, 30 Oktober 2016

Gebyar Muharram dan Harlah Yayasan Attauhid

Dalam rangka memperingati tahun baru hijriyah 1438 H. dan Harlah yayasan Attauhid ke-25 pengurus Yayasan mengadakan beberapa kegiatan. Diantaranya adalah jalan sehat santri, yatim ceria, pengajian umum, dan walimatul khitan. Seluruh kegiatan dilaksanakan pada hari ahad, 30 oktober 2016 berlokasi di gedung yayasan Attauhid Jl. Brigjend Katamso 47. Adapun agenda kegiatan adalah sebagai berikut :

Jalan sehat santri

Kegiatan jalan sehat santri dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri pondok pesantren yatim Attauhid dengan melibatkan warga Kepuh Kiriman.

Yatim ceria

Selain jalan sehat santri, dalam rangka Harlah yang ke-25 ini yayasan juga mengkhitankan tiga anak yatim yang diasuhnya, Ajib, Hamzah, dan Bagas. Yatim ceria dilaksanakan dengan cara santri yang dikhitan diiring bersama berkeliling kampung dengan diiringi musik patrol. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 14.00

Pengajian umum dan Walimatul khitan

Puncak dari gebyar muharram dan harlah yayasan Attauhid ini ditutup dengan pengajian umum dan walimatul khitan. Dengan rangkaian acara :
Pembacaan maullid Nabi Muhammad SAW
Pembacaan Istighotsah
Pembacaan Ayat-ayat suci Al Quran
Ceramah agama oleh Prof. Dr. A. Zahro, MA

Rangkaian kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara pengurus Yayasan Attauhid, Pengurus Ansor anak cabang Waru, Pengurus Ansor ranting Kepuh Kiriman dan warga Kepuh kiriman Waru - Sidoarjo.

Senin, 24 Oktober 2016

Taqdir telah ditetapkan


عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا . [رواه البخاري ومسلم

Terjemah Hadits

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah SAW menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan: Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara: menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli syurga hingga jarak antara dirinya dan syurga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli syurga maka masuklah dia ke dalam syurga. (Riwayat Bukhori dan Muslim).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits :
1. Allah ta’ala mengetahui tentang keadaan makhluknya sebelum mereka diciptakan dan apa yang akan mereka alami, termasuk masalah kebahagiaan dan kecelakaan.
2. Tidak mungkin bagi manusia di dunia ini untuk memutuskan bahwa dirinya masuk syurga atau neraka, akan tetapi amal perbutan merupakan sebab untuk memasuki keduanya.
3. Amal perbuatan dinilai di akhirnya. Maka hendaklah manusia tidak terpedaya dengan kondisinya saat ini, justru harus selalu mohon kepada Allah agar diberi keteguhan dan akhir yang baik (husnul khotimah).
4. Disunnahkan bersumpah untuk mendatangkan kemantapan sebuah perkara dalam jiwa.
5. Tenang dalam masalah rizki dan qanaah (menerima) dengan mengambil sebab-sebab serta tidak terlalu mengejar-ngejarnya dan mencurahkan hatinya karenanya.
6. Kehidupan ada di tangan Allah. Seseorang tidak akan mati kecuali dia telah menyempurnakan umurnya.
7. Sebagian ulama dan orang bijak berkata bahwa dijadikannya pertumbuhan janin manusia dalam kandungan secara berangsur-angsur adalah sebagai rasa belas kasih terhadap ibu. Karena sesungguhnya Allah mampu menciptakannya sekaligus.

Senin, 10 Oktober 2016

Yayasan Attauhid Sidoarjo

INFO PROFIL.

YAYASAN AT-TAUHID SIDOARJO

Tahun Berdiri :
01 Agustus 1991

Akte Notaris :
Herminingsih, SH, M.Kn
No. 01. Tanggal 07 Januari 2011

Reg. Dinsos :
466.3/146/404.3.11/2006

SK. MENKUMHAM :
No. AHU-1591.AH.01.04.2011
Tanggal 28 Maret 2011

NPWP :
03.105.738.3-647.000

www.ypys-attauhid-com

Alamat ;
Jl. Brigjend Katamso 47 Kepuhkiriman - Waru - Sidoarjo
No.Telpon 031 8674855

Adalah sebuah Yayasan yang bergerak di bidang Sosial Kemasyarakatan yang  dinaungi PAC GP ANSOR WARU.
Yang menitikberatkan pada pembinaan, pelatihan serta santunan kepada Yatim dan Duafa.

Adapun progam/unit2 usaha :
1. Pesantren Yatim At-Tauhid (terlaksana)
2. Anakku Sejahtera (terlaksana)
3. Bina Guru Al-Qur'an (belum terlaksana)
4. Bina Pengembangan Yatim Prestasi (terlaksana)
5. Bina Pengembangan Yatim Mandiri (terlaksana)

Selain unit2 usaha yg tersebut di atas, Yayasan At-Tauhid Sidoarjo juga mengembangkan Unit2 Usaha yang lain. Tujuannya untuk KEMANDIRIAN YAYASAN, diantaranya :
1. Catering At-Tauhid (Melayani Resepsi Pernikahan, Konsumsi Makan Karyawan, Tumpeng, Aqiqoh dan lain-lain)
2. Warung Lesehan At-Tauhid
3. PPOB (melayani pembayaran LISTRIK, PDAM, TELKOM, STNK/BPKB dan lain-lain)
4. Distributor Air Mineral Mbs (kerjasama dengan Kopontren Mambaus Sholihin Suci-Manyar-Gresik Rp.15.000/dus 220ml)
5. Menerima jasa iklan yang kami masukkan di Majalah At-Tauhid yang terbit setiap Bulan sebanyak 1000 eksemplar

Demikian Sekilas Info Profil Yayasan At-Tauhid Sidoarjo.
Besar harapan kami atas kerjasamanya dalam :
1. Menjadi PELANGGAN untuk produk atau jasa yang menjadi unit usaha Yayasan At-Tauhid Sidoarjo
2. Menjadi DONATUR TETAP Yayasan At-Tauhid Sidoarjo dengan menyisihkan sebagian Rizki untuk santunan Yatim atau Du'afa.
Dengan layanan jemput Infaq/Shodaqah oleh Divisi Marketing At-Tauhid langsung ke rumah para Donator.

NB : Setiap Donasi Infaq/Shodaqah yg lewat Divisi Marketing akan mendapatkan print Bukti Penerimaan dari Yayasan At-Tauhid serta Majalah At-Tauhid.

Rekening Yayasan At-Tauhid
Bank Mandiri juanda ;
14100055509996

Divisi Marketing
Yayasan At-Tauhid Sidoarjo
Ttd
Mochamad Arif Yunus
Telpn. 085105147909
Mochamad Lazwar Bakhri
Telpn  081334149181
Syamsul Huda ( nyong )
Telpn  081222630033.

Jumat, 07 Oktober 2016

Rukun Islam


عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ. رواه الترمذي ومسلم

Terjemah hadits

Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Alh-Khottob radiallahuanhuma dia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Islam dibangun di atas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan. (H.R. Turmudzi dan Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:

1. Rasulullah SAW menyamakan Islam dengan bangunan yang kokoh dan tegak di atas tiang-tiang yang mantap.

2. Pernyataan tentang keesaan Allah dan keberadaannya, membenarkan kenabian Muhammad SAW, merupakan hal yang paling mendasar dibanding rukun-rukun yang lainnya.

3. Selalu menegakkan shalat dan menunaikannya secara sempurna dengan syarat rukunnya, adab-adabnya dan sunnah-sunnahnya agar dapat memberikan buahnya dalam diri seorang muslim yaitu meninggalkan perbuatan keji dan munkar karena shalat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan munkar.

4. Wajib mengeluarkan zakat dari harta orang kaya yang syarat-syarat wajibnya zakat sudah ada pada mereka lalu memberikannya kepada orang-orang fakir dan yang membutuhkan.

5. Wajibnya menunaikan ibadah haji dan puasa (Ramadhan) bagi setiap muslim.

6. Adanya keterkaitan rukun Islam satu sama lain. Siapa yang mengingkarinya maka dia bukan seorang muslim berdasarkan ijma’.

7. Nash di atas menunjukkan bahwa rukun Islam ada lima, dan masih banyak lagi perkara lain yang penting dalam Islam yang tidak ditunjukkan dalam hadits. Rasulullah SAW bersabda:

الإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ شُعْبَةً
"Iman itu terdapat tujuh puluh lebih cabang"

8. Islam adalah aqidah dan amal perbuatan. Tidak bermanfaat amal tanpa iman demikian juga tidak bermanfaat iman tanpa amal.

Kamis, 29 September 2016

Iman, Islam, dan Ihsan


عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ؟ قُلْتُ: اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ. قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ. رواه مسلم

 Arti hadits
Dari Umar radhiallahu anhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk di sisi Rasulullah SAW suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk di hadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada lututnya (Rasulullah SAW) seraya berkata : “Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam”, maka bersabdalah Rasulullah SAW, “Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu", kemudian dia berkata, "anda benar". Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi, "Beritahukan aku tentang Iman". Lalu beliau bersabda : "Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk", kemudian dia berkata: "anda benar". Kemudian dia berkata lagi: "Beritahukan aku tentang ihsan". Lalu beliau bersabda: "Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau". Kemudian dia berkata: "Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)". Beliau bersabda: "Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya". Dia berkata: "Beritahukan aku tentang tanda-tandanya", beliau bersabda: "Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya", kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah SAW) bertanya: "Tahukah engkau siapa yang bertanya ?". Aku berkata: "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui". Beliau bersabda: "Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian". (Hadits Riwayat Muslim)

Catatan :
• Hadits ini merupakan hadits yang sangat dalam maknanya, karena di dalamnya terdapat pokok-pokok ajaran Islam, yaitu Iman, Islam dan Ihsa.

• Hadits ini mengandung makna yang sangat agung karena berasal dari dua makhluk Allah yang terpercaya, yaitu: Amiinussamaa’ (kepercayaan makhluk di langit/Jibril) dan Amiinul Ardh (kepercayaan makhluk di bumi/Rasulullah SAW)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits
1. Disunnahkan untuk memperhatikan kondisi pakaian, penampilan dan kebersihan, khususnya jika menghadapi ulama, orang-orang mulia dan penguasa.

2. Siapa yang menghadiri majlis ilmu dan menangkap bahwa orang–orang yang hadir butuh untuk mengetahui suatu masalah dan tidak ada seorangpun yang bertanya, maka wajib baginya bertanya tentang hal tersebut meskipun dia mengetahuinya agar peserta yang hadir dapat mengambil manfaat darinya.

3. Jika seseorang yang ditanya tentang sesuatu maka tidak ada cela baginya untuk berkata: "Saya tidak tahu", dan hal tersebut tidak mengurangi kedudukannya.

4. Kemungkinan malaikat tampil dalam wujud manusia.

5. Termasuk tanda hari kiamat adalah banyaknya pembangkangan terhadap kedua orang tua. Sehingga anak-anak memperlakukan kedua orang tuanya sebagaimana seorang tuan memperlakukan hambanya.

6. Tidak disukainya mendirikan bangunan yang tinggi dan membaguskannya sepanjang tidak ada kebutuhan.

7. Di dalamnya terdapat dalil bahwa perkara ghaib tidak ada yang mengetahuinya selain Allah ta’ala.

8. Di dalamnya terdapat keterangan tentang adab dan cara duduk dalam majlis ilmu.

Jumat, 23 September 2016

Tergantung Niatnya


عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .
رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة
Artinya:

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kita Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang).

Catatan :

1. Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran Islam. Imam Ahmad dan Imam syafi’i berkata : Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu. Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati, lisan dan anggota badan, sedangkan niat merupakan salah satu dari ketiganya. Diriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa dia berkata : Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh. Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata : Hadits ini merupakan sepertiga Islam.

2. Hadits ini ada sebabnya, yaitu: ada seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama : “Ummu Qais” bukan untuk mendapatkan keutamaan hijrah. Maka orang itu kemudian dikenal dengan sebutan “Muhajir Ummi Qais” (Orang yang hijrah karena Ummu Qais).

Pelajaran yang terdapat dalam Hadits

1. Niat merupakan syarat layak/diterima atau tidaknya amal perbuatan, dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah ta’ala).

2. Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal ibadah dan tempatnya di hati.

3. Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena Allah ta’ala dituntut pada semua amal shaleh dan ibadah.

4. Seorang mu’min akan diberi ganjaran pahala berdasarkan kadar niatnya.

5. Semua pebuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika diiringi niat karena mencari keridhoan Allah maka dia akan bernilai ibadah.

6. Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat.

7. Hadits di atas menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati, dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.

Sabtu, 20 Agustus 2016

Serba-serbi Agustusan

71 tahun sudah Indonesia merasakan kemerdekaannya. Banyak hal dilakukan untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa para pejuang dan para pahlawan. Banyak pula hal yang dilakukan untuk mengisi kemerdekaan.

Berikut dokumentasi kegiatan untuk mengisi kemerdekaan yang dilakukan di Dusun Kepuh Kiriman Waru Sidoarjo:

Selasa, 16 Agustus 2016

Malam Tirakatan dan Pembukaan Pengajian Rutin

P R O K L A M A S I
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Itulah cuplikan teks proklamasi yang dibacakan oleh Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno 71 tahun yang lalu.

Malam ini selasa, 16 Agustus 2016 seluruh warga negara Indonesia dari Sabang sampai Merauke mengadakan acara malam tirakatan. Demikian juga dengan Dusun Kepuh Kiriman, juga mengadakan acara malam tirakata.

Tahun ini malam tirakatan yang biasanya dilakukan sendiri-sendiri di wilayah RT masing-masing dijadikan satu di halaman masjid Mu'awanatul 'Abidin Kepuh Kiriman Waru Sidoarjo. Malam tirakatan ini diikuti oleh seluruh warga RW. 01 dan RW. 10 mulai dari anak-anak hingga dewasa, laki-laki dan perempuan.

Acara dikemas sedemikian rupa dimulai setelah sholat subuh diisi dengan khotmil qur'an, setelah sholat maghrib diisi dengan sholawat Albanjary, dan setelah sholat isya' acara inti, yaitu menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan tahlil dan do'a untuk para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia serta pengajian umum sebagai tanda pembukaan pengajian rutin Rijalul ansor. Pengajian umum disampaikan oleh KH. Mukarrom Arif Ibrahim dari Surabaya dan KH. Wahab Yahya (ketua Rijalul ansor Jawa Timur) dari Tambak Beras Jombang.

Acara ini terselenggara atas berkat Rahmat Allah dan kerja sama antara pengurus NU, Pemuda Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU-IPPNU ranting Kepuh Kiriman, ketua RT, ketua RW, serta seluruh elemen masyarakat Dusun Kepuh Kiriman Waru Sidoarjo.

Sabtu, 13 Agustus 2016

Hormat Keberangkatan Calon Haji

Labbaik... Allahumma labbaik
Labbaik laa syariika laka labbaik
Innal hamda wan ni'mata laa syariika lak

Tangis haru keluarga dan warga Kepuh Kiriman iringi keberangkatan calon haji dari Kepuh Kiriman. Adalah Bapak Imam Ajma'in beserta istri Ibu Shofia siang ini, Ahad, 14 Agustus 2016 diberangkatkan dari masjid Mu'awanatul'Abidin selepas melaksanakan sholat dhuhur berjama'ah.

Selamat jalan tamu Allah
Semoga menjadi haji yang mabrur.

Pengumuman


Lomba Mewarna

Merdeka....

Dalam rangka menyambut hari ulang tahun kemerdekaan republik Indonesia ke-71 karang taruna RT. 03 RW. 01 mengadakan beberapa perlombaan. Diantaranya adalah lomba mewarna untuk anak-anak.

Lomba mewarna ini dikategorikan menjadi dua kategori, yaitu kategori A dan kategori B. Kategori A untuk usia TK sampai kelas 2 SD. Sedangkan kategori B untuk usia kelas 3 SD sampai kelas 6 SD. Waktu pelaksanaan lomba mewarnai ini dimulai pada pukul 19.45 sampai pukul 21.15

Minggu, 31 Juli 2016

Musik Patrol Iringi Arakan Pengantin

Musik patrol termasuk jenis kesenian tradisional yang dimiliki Indonesia khususnya Kepuh kiriman. Mulanya kesenian ini diperdengarkan di bulan Ramadhan untuk membangunkan ummat Islam agar segera melaksanakan makan sahur. Namun seiring perkembangan jaman, musik patrol saat ini banyak dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan kemasyarakatan lain. Salah satunya adalah untuk mengiringi arakan khitanan dan arakan pengantin.
Seperti yang dilakukan oleh Bapak Sholahuddin, ketika menikahkan putra pertamanya, Mustakim dengan Nisfi Laili ini. Musik patrol lah yang mengiringi arakan  pengantin.
Iring-iringan Pengantin
Group Musik Patrol

Selasa, 12 Juli 2016

Kupat Tradisi Para Wali

Setelah ummat Islam merayakan Hari raya 'Idul Fitri, ummat Islam disunnahkan berpuasa selama 6 hari di bulan syawwal. Seleai puasa syawwal inilah tradisi kupat ini dilaksanakan.
Tradisi kupatan ini sebenarnya diwariskan oleh para wali melalui Sunan Kalijaga. Istilah kupat berasal dari dua kata, "KU dan PAT"  kepanjangan dari ngaku lepat artinya mengakui kesalahan. Kupat sendiri terbuat dari daun kelapa yang masih muda, dalam bahasa Jawa namanya janur. Dalam istila Arab Dzan Nur, artinya yang bersinar.
Diharapkan setelah melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan, bersilatirrohim ke sanak saudara untuk mengakui kesalahan, dan melakukan puasa sunnah syawwal ummat Islam menjadi lebih bertakwa dan bercahaya di hadapan Allah SWT.
Pelaksanaan kupatan tiap daerah beragam caranya. Ada yang setiap rumah membuat ketupat dan dibagikan rata ke tetangga, ada pula yang satu kampung membuat ketupat dan dinikmati bersama di masjid atau mushollah dan lain sebagainya.
Adapun pelaksanaan Kupatan di Kepuh kiriman kali ini adalah diawali dengan khotmil qur'an sejak selesai sholat subuh sampai ba'da maghrib, dan dilanjutkan dengan makan kupat dan lepet bersama-sama.
Menyimak
Menikmati kupat

Selasa, 05 Juli 2016

Mengumpulkan dan Menyalurkan Zakat

Kepuhkiriman-malam 1 Syawwal 1437 H. Panitia penerima dan penyalur zakat fitrah dan maal masjid Mu'awanatul 'Abidin beserta anggota Ansor ranting kepuh kiriman bekerja sama dalam mengumpulkan zakat fitrah dan zakat maal yang nantinya akan disalurkan kepada 8 golongan yang berhak menerima zakat sesuai tuntunan Al Qur'an.
8 golongan tersebut adala:
Foqoro (orang-orang fakir)
Masakin (orang-orang miskin)
Aamil (pengurus zakat)
Muallaf (orang yang baru memeluk Islam)
Riqob (budang yang mengumpulkan harta untuk memerdekakan dirinya)
Ghorim (orang yang punya hutang untuk kepentingan agama)
Sabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah)
Ibnu Sabil (orang yang sedang dalam perjalanan)
Pencatat Penerimaat zakat
Menghitung perolehan zakat Fitrah dan Maal yang akan disalurkan
Pengepakan zakat fitrah yang akan disalurkan

Kamis, 30 Juni 2016

Ansor Punya Base Camp

Atas berkat rahmat Allah SWT serta didorong oleh keinginan yang luhur untuk memajukan kampung Kepuhkiriman dan mensejahterakan Yatim, maka dibangunlah Base camp sebagai tempat untuk kumpul-kumpul anggota dalam merumuskan apa saja.
Base camp ini tidak hanya digunakan oleh pengurus ansor saja, tetapi boleh digunakan oleh adik-adik IPNU-IPPNU maupun fatayat dan sesepuh NU.
Dengan berdirinya base camp ini diharapkan semua anggota lebih sering berkumpul, sehingga jika ada permasalahan lebih cepat teratasi.

Kamis, 23 Juni 2016

Pengurus Kesejahteraan Yatim

Alhamdulillah telah terbentuk pengurus baru, pengurus kesejahteraan yatim Kepuhkiriman Waru Sidoarjo di bulan Ramadhan tahun ini. Semoga pengurus yang baru ini dapat menjalankan amanah sebaik-baiknya, Amin Ya Robbal 'Alamin.